Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, dirilis pada 8 Januari 2006 untuk versi bahasa Indonesia dan 16 Juli 2005 di negara-negara berbahasa Inggris dengan judul Harry Potter and the Half-Blood Prince, adalah buku keenam dari tujuh novel yang direncanakan mengenai kisah populer karya J. K. Rowling, seri Harry Potter.

Kisah ini dilatarbelakangi pada waktu Harry Potter berada pada tahun keenam sekolahnya di Hogwarts. Novel ini mengisahkan masa lalu Lord Voldemort dan persiapan Harry Potter untuk pertarungan terakhir, dan dibumbui dengan berkembangnya hubungan romantis di antara karakter-karakternya. Dalam 24 jam, buku ini terjual 6,9 juta buku di Amerika Serikat saja, atau 287.564 buku per jam, dan menjadikannya buku tercepat yang terjual sepanjang sejarah. Edisi bahasa Indonesia terjual sebanyak 53 ribu buku pada saat peluncurannya[1][2]. Buku ini dipersembahkan kepada Mackenzie, putri Rowling yang lahir di tengah-tengah penulisan buku ini.

Ringkasan cerita

Voldemort dan para “Pelahap Maut”-nya secara terang-terangan melakukan kekacauan besar di seluruh negara Britania Raya|Inggris. Cornelius Fudge didepak dari posisinya sebagai Menteri Sihir atas ‘teriakan’ komunitas sihir atas kesalahannya menangani masalah Voldemort ini. Ia digantikan oleh Rufus Scrimgeour sebagai Menteri Sihir yang baru. Dalam rezim yang baru ini, dibentuk struktur departemen yang baru dan Arthur Weasley mendapatkan kenaikan jabatan. Hal ini dengan segera meningkatkan kondisi finansial keluarga Weasley.

Di rumahnya di Spinner’s End, Severus Snape mendapatkan kunjungan dari ibu Draco Malfoy, Narcissa dan kakaknya, Bellatrix Lestrange. Narcissa memaksa Snape melakukan Sumpah Tak-Terlanggar, agar Snape melindungi Draco dan, bila tugas Draco gagal, Snape harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sang Pangeran Kegelapan.

Pada pesta memulai tahun ajaran baru, Snape diumumkan telah diangkat sebagai guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam yang baru, hal yang sangat mengherankan bagi kebanyakan murid Hogwarts, khususnya karena selama bertahun-tahun ia tidak berhasil mendapatkan posisi itu. Mempergunakan Harry Potter, Albus Dumbledore berhasil membujuk kawan guru lamanya, Horace Slughorn, untuk mengakhiri masa pensiunnya, dan kembali mengajar di jabatan lamanya, sebagai guru Ramuan.

Karena Slughorn hanya meminta nilai minimal “E” (“Exceed Expectations”-”Di Luar Dugaan”) dalam ujian O.W.L. untuk melanjutkan ke kelas lanjutan ([N.E.W.T.) Ramuan, Harry dan Ron berkesempatan untuk mendaftar di kelas itu. Slughorn meminjamkan Harry buku teks tua "Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjutan" yang bertuliskan nama pemiliknya, "Pangeran Berdarah Campuran". Catatan-catatan kecil dari pemilik buku yang berbakat itu membantu Harry menjadi unggul di kelas Ramuan, dan mendapatkan reputasi melebihi Hermione. Sebagai hadiah, Slughorn memberikannya hadiah sebotol kecil Felix Felicis, cairan keberuntungan.

Harry menceritakan kecurigaannya, bahwa Draco Malfoy mungkin adalah seorang Pelahap Maut, kepada Dumbledore, yang tampaknya tidak kuatir, sama seperti Ron dan Hermione. Belakangan, diketahui bahwa Dumbledore sudah menyuruh Snape untuk menyelidiki.

Sesaat ketika Ron dan Hermione tampaknya akan segera memiliki hubungan 'khusus', Ron malah mulai berkencan dengan Lavender Brown - walaupun hal ini hanya sekedar untuk membalas Hermione, yang Ron baru ketahui, dahulu pernah berciuman dengan Viktor Krum. Ron dan Hermione terus-menerus bercekcok satu sama lain hingga saat ketika Ron secara tidak sengaja meminum racun. Hermione sangat terguncang hingga ia dan Ron mengakhiri perselisihan mereka, dan Ron segera memutuskan hubungannya dengan Lavender.

Dumbledore mulai memberikan Harry pelajaran privat. Pelajaran ini berupa pengetahuan mengenai masa lalu Voldemort dan diberikan dalam bentuk memasuki kopi memori-memori orang-orang yang pernah berkaitan dengan masa lalu Voldemort ini, menggunakan alat sihir semacam baskom, Pensieve. Salah satu memori yang merupakan kopi dari memori Slughorn memiliki bagian yang hilang. Dumbledore menugasi Harry untuk mengusahakan memori itu dari Slughorn. Dibantu dengan cairan Felix Felicis, Harry akhirnya berhasil mendapatkan potongan memori itu dari Slughorn. Dumbeldore berspekulasi bahwa Voldemort telah membagi jiwanya menjadi tujuh bagian, dan menyimpan enam bagian dari jiwanya dalam "Horcrux" untuk memastikan bahwa dirinya hidup abadi, sementara bagian ketujuh tetap ada di tubuhnya. Dua Horcrux telah dihancurkan, yang pertama adalah buku harian Tom Riddle yang dihancurkan oleh Harry dan cincin milik Marvolo Gaunt oleh Dumbledore.

Pada masa ini, Harry dan Ginny Weasley memulai hubungan cinta mereka.

Ketika Harry dan Dumbledore akan pergi untuk mencari Horcrux selanjutnya, Harry meninggalkan sisa cairan Felix Felicisnya kepada Ron, Hermione, dan Ginny, setelah ia menduga bahwa Draco Malfoy akan melakukan sesuatu lagi. Setelah dengan cepat menyuruh mereka berpatroli di koridor, Harry ber-Disapparate bersama Dumbledore ke sebuah gua rahasia tersembunyi. Untuk mendapatkan Horcrux itu (sebuah liontin kalung warisan Salazar Slytherin), kondisi Dumbledore menjadi sangat lemah akibat harus meminum semacam cairan yang melingkupi Horcrux tersebut. Mereka segera kembali ke puri Hogwarts dan menemukan Tanda Kegelapan Voldemort berpendar melayang-layang di atas Hogwarts. Mereka disergap Draco Malfoy di atas Menara Astronomi. Dumbledore memantrai Harry yang saat itu tersembunyi di bawah Jubah Gaibnya, sesaat sebelum Draco berhasil melucuti tongkat sihir Dumbledore. Draco mengakui bahwa ia telah membukakan jalan bagi para Pelahap Maut untuk memasuki Hogwarts, walaupun Dumbledore menemukan bahwa anak laki-laki yang nyata-nyata ketakutan itu telah terpaksa untuk membantu anak buah Voldemort.

Para Pelahap Maut tiba dan mendesak Draco untuk menyelesaikan misinya-membunuh Dumbledore-tetapi Draco ragu-ragu. Snape tiba; Dumbledore memohon kepada Snape, "Severus... tolong...", namun tidak jelas apa yang diminta Dumbledore kepada Snape itu. Setelah itu, tiba-tiba Snape membunuh Dumbledore dengan kutukan pembunuh Kutukan Tak-TermaafkanAvada Kedavra (Kutukan Pembunuh)Avada Kedavra. Kekuatan kutukan itu melemparkan Dumbledore melampaui tembok menara. Tewasnya Dumbledore, menyebabkan manteranya yang menahan Harry terangkat. Harry terbebaskan dan mengejar Snape. Keduanya berduel singkat, Snape memperkenalkan dirinya sebagai sang Pangeran Berdarah-Campuran, dan berdua dengan Malfoy, Snape berhasil meloloskan diri melalui gerbang Hogwarts.

Harry menemukan Horcrux liontin kalung di tubuh Dumbledore dan mendapati bahwa itu adalah Horcrux palsu. Di liontin itu, di tempat untuk meletakkan foto, ditemukan secarik perkamen dengan catatan yang menyebut penulisnya dengan inisial "R.A.B.". Horcrux yang asli telah dicurinya dan akan dihancurkan dengan harapan bahwa saat Voldemort bertemu tandingannya, Voldemort "sudah jadi orang biasa lagi, yang bisa mati".

Tahun ajaran berakhir suram dengan pemakaman Dumbledore. Profesor McGonagall, Wakil Kepala Sekolah, menjadi Kepala Sekolah sementara, sementara sekolah mungkin akan ditutup selanjutnya. Bagaimanapun juga, Harry telah memutuskan untuk meninggalkan sekolahnya di Hogwarts untuk mencari sisa Horcrux lainnya. Ron dan Hermione berjanji untuk menyertai Harry. Harry memutuskan hubungannya dengan Ginny untuk melindungi Ginny dari Voldemort. Selama beberapa bulan yang akan datang, Harry akan tetap tinggal bersama keluarga Dursley, memenuhi keinginan Dumbledore. Kemudian, ketiga sahabat itu akan memulai misi mereka, setelah mereka menghadiri satu peristiwa bahagia terlebih dahulu-pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour.
[sunting]
Kontroversi

Penerbitan besar-besaran Half-Blood Prince diwarnai dengan kontroversi yang tak terelakkan dan tidak terduga sebelumnya. Pada Mei 2005, para petaruh di Inggris menangguhkan taruhan mengenai tokoh utama mana yang akan tewas dalam buku tersebut karena kekhawatiran akan adanya petaruh dengan pengetahuan orang-dalam. Sejumlah taruhan besar dibuat untuk kematian Albus Dumbledore, kebanyakan berasal dari Bungay, Suffolk, tempat di mana buku-buku tersebut dicetak. Pertaruhan kemudian dibuka kembali[3]. Kontroversi lainnya termasuk “hak membaca” buku-buku Potter yang tidak sengaja terjual sebelum tanggal peluncurannya, masalah lingkungan mengenai sumber dari kertas yang dipergunakna untuk mencetak jutaan buku tersebut, dan reaksi penggemar terhadap perkembangan plot dan pengungkapan dalam novel tersebut.
[sunting]
Hak membaca

Pada awal Juli 2005, Real Canadian Superstore, sebuah toko retail besar di Coquitlam, British Columbia, Kanada, secara tidak sengaja menjual empat belas buku the Half-Blood Prince sebelum tanggal peluncuran yang resmi. Penerbit Kanada, Raincoast Books, mendapatkan perintah keras dari Mahkamah Agung British Columbia untuk melarang pembelinya membaca buku-buku tersebut sebelum tanggal rilis resmi dan melarang mereka untuk membicarakan isinya. Para pembeli tersebut ditawari sebuah kaus Harry Potter dan buku yang telah ditandatangani penulisnya jika mereka mengembalikan buku-buku itu sebelum 16 Juli 2005.

Pada 15 Juli 2005, kurang dari 12 jam sebelum buku ini resmi diluncurkan, Raincoast memperingatkan koran The Globe and Mail yang menerbitkan sebuah resensi dari seorang penulis Kanada pada tengah malam, sebagaimana dijanjikan koran tersebut, sebagai pelanggaran atas perintah pengadilan akan kerahasiaan perdagangan. Perintah pengadilan ini dengan segera menjadi berita di berbagai artikel berita yang menyatakan bahwa perintah itu telah melanggar hak-hak asasi. Seorang guru besar hukum Kanada, Michael Geist mengomentari masalah ini dalam weblognya[4]; Richard Stallman menyerukan pemboikotan, meminta penerbitnya untuk meminta maaf.[5] The Globe and Mail menerbitkan resensi dari dua orang penulis dari Inggris pada edisi 16 Julinya dan menerbitkan resensi dari penulis asal Kanada tadi pada situs web mereka pada pukul 9 pagi itu.[1] Penjelasan juga tersedia di situs web Raincoast.[6]

Pada minggu yang sama, sebuah toko swalayan Chicago, Walgreens, secara tidak sengaja juga menjual sebuah buku tersebut. Ketika si pembeli membaca mengenai insiden di Kanada di Internet, pembeli ini menyatakan bahwa ia tidak akan mengembalikan buku tersebut, tapi ia tidak akan membaca novel tersebut hingga tanggal rilis Amerika Serikat.

Harry Potter and the Philosopher’s Stone (di Amerika dikenal dengan judul Harry Potter and the Sorcerer’s Stone) atau Harry Potter dan Batu Bertuah adalah sebuah film yang sangat sukses di tahun 2001 yang diangkat dari novel fantasi J. K. Rowling dengan judul yang sama. Seorang agen Warner Brothers membeli hak cipta film ini dengan harga yang relatif murah, sebelum bukunya meledak di pasaran. Film ini dibuat di Studio Film Leavesden dan dirilis pada tahun 2001. Buku kedua, ketiga dan keempat juga telah diadaptasi ke film. Rencananya petualangan Harry Potter akan berakhir di buku ketujuh, demikian juga filmnya. Film ini meraih pendapatan sebesar 950 juta dolar di seluruh dunia (berada di tempat ketiga film terlaris sepanjang masa setelah Titanic dan The Lord Of The Rings: The Return Of The Kings dan menerima 3 nominasi Oscar.

J.K. Rowling bersikeras semua pemain haruslah orang Inggris, supaya film ini tetap bernuansa Inggris, seperti bukunya. Ada perkecualian adanya orang Irlandia yaitu karakter Seamus Finnigan (Devon Murray) dan Professor Albus Dumbledore (Richard Harris), serta Madam Hooch (Zoe Wanamaker, yang kelahiran Amerika).

Sinopsis

Harry Potter, seorang anak berumur 11 tahun, mendapati dirinya ternyata adalah seorang penyihir, dimana kedua orang tuanya dibunuh oleh Lord Voldermort sehingga ia harus tinggal bersama paman dan bibinya yang muggle. Harry diterima di Sekolah Sihir Hogwarts dimana ia bersahabat dengan Ronald Weasley dan Hermione Granger. Mereka bertiga mengalami berbagai pertualangan untuk mencegah Voldermort berkuasa kembali.
[sunting]
Pemain

Para pemeran utama film ini, dari kiri Daniel Radcliffe, Emma Watson, dan Rupert Grint
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter
Rupert Grint sebagai Ronald Weasley
Emma Watson sebagai Hermione Granger
Richard Harris sebagai Albus Dumbledore
Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall
Alan Rickman sebagai Severus Snape
Ian Hart sebagai Squirrell
Robbie Coltrane sebagai Rubeus Hagrid
Tom Felton sebagai Draco Malfoy
Richard Griffiths sebagai Vernon Dursley
Fiona Shaw sebagai Petunia Dursley
Harry Melling sebagai Dudley Dursley
Warwick Davis sebagai Filius Flitwick
Zoe Wanamaker sebagai Hooch
David Bradley sebagai Argus Filch
John Cleese sebagai Nick Si-Kepala-Nyaris-Putus
Julie Walters sebagai Molly Weasley
Matthew Lewis sebagai Neville LongBottom
James Phelps sebagai Fred Weasley
Oliver Phelps sebagai George Weasley
Chris Rankin sebagai Percy Weasley
Devon Murray sebagai Seamus Finnigan
Bonnie wright sebagai Ginny Weasley
[sunting]
Perbedaan dengan novel

Poster untuk di Amerika Serikat, digambar oleh Drew Struzan.

Ada banyak perbedaan antara flm dengan buku, beberapa diantaranya cukup penting, antara lain :
Karakter Peeves si hantu jahil, Professor Binns dan Pansy Parkinson dihilangkan. Sebuah adegan dimana Peeves ditampilkan sebenarnya difilmkan, tetapi ternyata tidak dimasukkan dalam film: menurut gosip adegan ini akan muncul dalam versi “director’s cut”.
Harry tidak tahu kalau Voldermort-lah yang membunuh orang tuanya sampai ia membeli tongkat sihirnya. Di buku, Hagrid telah menceritakan hal itu kepada Harry di hari ulang tahunnya.
Harry tidak kembali ke Privet Drive setelah berbelanja di Diagon Alley. Meski tidak ditunjukkan secara jelas dalam film, tampaknya Harry dan Hagrid menghabiskan waktu di Leaky Cauldron (dimana mereka tampak sedang makan malam dan berbincang-bincang tentang masa lalu Harry).
Harry tidak bertemu Draco Malfoy sampai ia tiba di Hogwarts.
Bagian dimana Keluarga Dursley menginap di Hotel Railview (untuk menghindari pos burung hantu) dihilangkan.
Di buku, laki-laki yang memberi Fluffy kepada Hagrid adalah Orang Yunani, sementara di film si pemberi adalah orang Irlandia.
Bagian yang menceritakan hari Natal, tentang makan malam, keluarga Weasley, dan semua kado untuk Harry, kecuali Jubah Gaib, dipotong untuk film yang diedarkan. Tapi bagian ini dimasukkan dalam ‘adegan yang dibuang’ dalam versi DVD.
Di buku, bidak-bidak dalam permainan Catur Sihir senantiasa meneriakkan usulan-usulan kepada pemain. Tidak demikian halnya di film.
Harry, Ron dan Hermione menemukan Fluffy dengan cara yang berbeda. Di buku, mereka diceritakan ditipu Malfoy (yang mengajak Harry berduel) untuk keluar dari asrama di malam hari – dimana mereka harus menghindari kejaran Argus Filch, sementara di film mereka tersesat sampai ke koridor terlarang karena tangga yang selalu berubah arah.
Di buku Harry melihat banyak anggota keluarganya di Cermin Tarsah, di film, ia hanya melihat orang tuanya.
Ron-lah yang didetensi bersama Harry, Hermione, dan Draco untuk pergi ke Hutan Terlarang, bukannya Neville (seperti di buku).
Proteksi Quirrell dan Severus Snape terhadap Batu Bertuah (yaitu Troll raksasa dan teka-teki ramuan) dihilangkan, sehingga menghilangkan peran Hermione juga.
Adegan lahirnya Norbert, naga milik Hagrid, ada dalam film, tapi tidak diperlihatkan ketika Norbert dibawa ke Rumanian. Dalam buku, di menara astronomi, Harry dan Hermione bertemu dengan Charlie Wasley dan teman-temannya yang akan membawa Norbert. Di film, bagian ini diwakili dengan Hagrid yang menceritakan bahwa Norbert telah dibawa pergi.
Dari kelompok centaurus, hanya Firenze yang muncul. Ronan dan Bane tidak ditampilkan.
Firenze di film berambut gelap, di buku dia pirang, dan bermata biru seperti batu safir pucat.
Bagian klimaks di film lebih dramatis dibandingkan di buku. Misalnya, Quirrell berubah menjadi abu ketika Harry menyentuhnya, bukan hanya melepuh. Harry juga sejenak tampak ragu dan hendak memberikan Batu Bertuah kepada Voldermort. Di film Harry melihat Quirrell mati, hal ini tentunya akan menjadi kontradiksi di film kelima, dimana Harry untuk pertama kalinya bisa melihat testral.
Penjelasan kenapa Snape membenci Harry, yang disebabkan hubungan antara Snape dan James Potter (Snape membencinya meski James menyelamatkan nyawanya) tidak ditampilkan dalam film.
Piers Polkiss, salah satu teman Dudley Dursley yang ikut ke kebun binatang, dihilangkan dalam film.
Di buku, Dumbledore mengatakan kepada Harry bahwa ia melihat dirinya memegang sepasang kaos kaki wol tebal di Cermin Tarsah. Adegan ini tidak ada dalam film.
Sebagian besar bab pertama dipotong, demikian pula di 3 film berikutnya.
Hermione menyebutkan nama Voldermort (setelah adegan Hutan Terlarang). Seharusnya ia tidak menyebutkan nama Voldermort sampai di buku atau film ke-5.
Di buku, Bibi Petunia dan Dudley berambut pirang.
Peran Neville Longbottom di film lebih sedikit dibanding di buku. Di buku, Neville ditemani Hermione di kereta dan juga ikut melihat Fluffy di pertengahan cerita. Neville juga terlibat perkelahian dengan Malfoy di pertandingan Quidditch. Subcerita dari buku ini adalah Ron menasehati Neville untuk membela dirinya sendiri. Meski demikian, bagian ketika Neville berusaha menghalangi Harry, Ron dan Hermione tetap ada dalam film.
Di novel hutan berbahaya yang terletak di luar Hogwarts disebut Hutan Terlarang (Forbidden Forest) sementara di film hutan itu adalah Hutan Kegelapan (Dark Forest).
Peran Lee Jordan sebagai komentator pertandingan Quidditch tidak terlalu menonjol, sementara di buku komentar Jordan selalu menarik karena berkali-kali diinterupsi oleh Profesor McGonagall.

Harry Potter telah berjalan jauh meninggalkan fantasi kanak-kanaknya, seiring dengan perkembangan usia dirinya dan penggemarnya. Tigabelas tahun berlalu sejak terbitnya buku pertama karya JK Rowling itu, dan 9 tahun sejak versi layar lebarnya menjadi fenomena di seluruh dunia, tibalah kini saat untuk berpisah. Film terakhir Harry Potter ini dipecah dua, dan bagian pertamanya tampil sebagai sebuah drama fantasi yang lebih matang, dewasa dan “manusiawi” dibandingkan film-film sebelumnya, tanpa kehilangan daya sihirnya.

‘Harry Potter and the Deathly Hollows Part 1′ dibuka dengan pidato Menteri Sihir Rufus Scrimgeour (Bill Nighy) yang menegaskan bahwa situasi masih aman dan terkendali. Ini seperti sebuah bantahan untuk menenangkan rakyat yang sebenarnya tengah dikuasai oleh kekuatan-kekuatan jahat dari alam kegelapan. Alkisah, setelah kematian Profesor Dumbledore, kekuatan Lord Voldemort (Ralph Fiennes) semakin merajalela, menanamkan kuku-kuku jahatnya di Kementerian Sihir, dan melanjutkan usahanya untuk membunuh Harry Potter.

Melalui Kementerian Sihir yang telah dikuasainya, Voldemort juga mengambil-alih kendali Sekolah Sihir Hoggwart sehingga trio Harry Potter, Ron dan Hermione melarikan diri dari sana. Film ini mengisahkan petualangan trio penyihir yang telah beranjak dewasa itu setelah Hoggward tak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi mereka. Dengan pengawalan Hagrid dan Mad-Eye, mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kejaran orang-orang Voldermort.

Di bawah ancaman pembunuhan itu, Harry dan kawan-kawannya harus menyelesaikan misi Dumbledore yang belum selesai, yakni menemukan Horcruxes untuk melenyapkan kegelapan yang menguasai dunia. Dumbledore memberikan warisan terakhir berupa Deluminator kepada Ron, kitab ‘The Tales of Beetle the Bard’ untuk Hermione, dan Snitch untuk Harry Potter. Tidak hanya itu, Harry juga mendapat warisan Pedang Gryffindor. Namun, pedang ini tak diketahui keberadaannya. Harry harus mencarinya karena hanya dengan pedang itulah, Horcruxes bisa dipecahkan.

Dikerjakan oleh sutradara David Yates yang sebelumnya mengerjakan ‘The Order of The Phoenix’ dan ‘Half Blood Prince’, ‘Deathly Hollows Part 1′ menjadi film eksyen-petualangan yang seru, dan menyajikan ketegangan nyaris tanpa putus dari awal hingga akhir. Yang menarik, justru ketika ‘Harry Potter’ tiba pada seri yang paling gelap, unsur komedi dan dramanya muncul lebih intens. Dalam film ini, kita akan menyaksikan trio penyihir itu menghadiri resepsi pernikahan, hingga bagaimana mereka menjelajah kota London, masuk ke kafe memesan Capucino.

Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson yang telah tumbuh menjadi aktor-aktris remaja melanjutkan aksinya, memainkan perannya masing-masing secara lebih emosional dan matang. Kita akan menyaksikan Harry Potter ciuman, Ron cemburu dan ngambek, Hermoione menampar Ron serta kekompakan mereka sebagai tiga sahabat yang tersesat di hutan, dan harus bahu-membahu mengatasi berbagai rintangan.

Sampai pada bagian pertama dari sekuel terakhir ini, ‘Harry Potter’ menemukan klimaksnya. Ini adalah film terbaik dari seluruh rangkaian, secara total menyajikan sebuah dunia yang gelap dan menakutkan. Film ini akan membuat kita tidak sabar untuk menunggu bagian keduanya, yang baru akan rilis setahun lagi.

Wed
13
Jul
6:28 am

hati_senyum

Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta.
Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula.

Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam menjalani segala sesuatunya.

Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan
merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai
gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.

Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.

Wed
13
Jul
6:24 am

Dalam hidup setiap manusia dibekali banyak harapan dan impian yang ingin diraih, apalah artinya hidup tanpa sebuah harapan dan impian. Harapan dan impian dalam hidup kita seperti sebuah motor penggerak bagi sendi sendi kehidupan yang kita lakoni. Namun bagaimana sebuah impian mampu menjadi motor penggerak motivator kita? atau malah hidup kita dibayang bayangi halusinasi akan impian yang kita capai. Mari kita simak dulu beberapa gambar dibawah ini.

 

Impian

Impian

Impian

Setelah Anda melihat deretan gambar diatas, apa yang terpikir dalam benak Anda? Mungkin apa yang kita pikirkan berbeda beda.

Pernahkah kita berandai andai, ” coba kalau saja, andaikata, seumpama…….. saya seperti dia saya akan lakukan ini, saya akan lakukan lebih baik, saya akan lakukan lebih sempurna.

Seringkah kita mencari alasan pembenaran tidak bisa melakukan sesuatu atau gagal karena kondisi kita begini tidak seperti dia yang lebih sempurna.

Andai saja uang saya banyak saya akan lebih banyak beramal dan bersedekah. Andai saja, seumpama semisal dan apapun yang satu arti sama kadang sempat terbesit dalam pikiran kita.

Percayalah Tuhan memberikan keadaan yang terbaik bagi kita seperti yang kita miliki sekarang ini, untuk itu mari kita syukuri apapun keadaan dan pahitnya kondisi yang kita alami sekarang.

Kapan saat tepat kita membuat mimpi menjadi suatu hal yang memacu kekuatan hidup kita lebih maju?

Disinilah letak perbedaan antara sebuah rencana (Planning) dengan sebuah khayalan, sebuah rencana dibuat dengan sistematis dan memperhitungkan waktu kapan kita akan raih step by step, dibarengai dengan sebuah usaha nyata untuk meraihnya. Sedangkan sebuah khayalan hanya terlintas di angan dan tidak diwujudkan secara konkret menjadi sebuah master plan kerja untuk pencapaian.

Berhentilah berkhayal, syukuri yang ada sekarang wujudkan harapan dan impian Anda dalam sebuah planning atau visi hidup yang konkret dan dibarengi usaha pencapaian.

Tue
5
Jul
6:06 am

Tiger Woods

(lahir terlahir dengan nama Eldrick Tont Woods 30 Desember 1975; umur 35 tahun). Ia lahir sebagai keturunan Afro-Amerika-Thailand.

Dia menjuarai Turnamen Masters tahun 1997 pada usia 21 tahun dan 3 bulan, menjadi juara termuda dalam sejarah. Dia juga memenangi empat gelar Major berturut-turut dimulai dari US Open 2000 hingga Masters 2001; peristiwa ini disebut “Tiger Slam”, karena bukan diperoleh “dalam satu musim”.

Namanya (Tiger) berasal dari nama panggilan sahabat ayahnya, seorang Vietnam bernama Nguyen Phong. Sang ayah, Earl Woods adalah seorang prajurit pada Perang Vietnam: anggota Beret Hijau. Ibunya, Kultida, berasal dari Thailand. Pada Oktober 2004, ia menikah dengan model asal Swedia, Elin Nordegren. Pada 18 Juni 2007, istrinya melahirkan anak perempuan di sebuah rumah sakit di Los Angeles, California, Amerika Serikat tengah malam. Anak perempuan pertamanya diberi nama Sam Alexis Woods. Kelahiran bayi itu hanya berselang setahun setelah ayahnya meninggal dunia.

Tue
5
Jul
6:04 am

Firman Utina

(lahir di Manado, Sulawesi Utara, 15 Desember 1981; umur 29 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia yang berposisi sebagai gelandang tengah. Saat ini ia bermain untuk tim Sriwijaya FC di Liga Super Indonesia dan juga mewakili negara dalam Timnas sepak bola Indonesia.

Dengan tinggi badan 165 cm, ia dikenal sebagai pemain yang memiliki akselerasi dan daya jelajah yang tinggi di lapangan tengah sehingga menjadi salah satu pemain tidak tergantikan dalam beberapa tahun terakhir. Karena penampilannya itu pula ia beberapa kali mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik, salah satunya ketika pertandingan Indonesia melawan Bahrain di Piala Asia 2007.

Perjalanan karier

Firman Utina memulai karir sepakbolanya di klub Sepakbola Indonesia Muda dan kemudian pindah ke klub lain bernama Bina Taruna. Berkat kerja kerasnya untuk terus rajin berlatih membuat dirinya menjadi semakin mahir dalam permainan sepakbolanya. Sehingga dalam kurun waktu tiga tahun bersama klub Bina Taruna, ia kemudian direkrut oleh klub Persma Junior, salah satu tim semi-profesional yang ada di daerah Manado pada saat itu dengan asuhan pelatih Benny Dollo.

Dengan progres Firman yang terus meningkat, membuat pelatih Benny Dollo tidak ragu dengan kemampuannya dan bertekat untuk selalu mengikutkannya di mana pun Benny Dollo menjadi pelatih tim sepakbola, terutama ketika Benny Dollo menjadi pelatih tim sepakbola Persita Tangerang dan juga ketika Benny Dollo menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Karir Firman Utina:

1. Klub

  • Indonesia Muda Manado (1993-94)
  • Bina Taruna Manado (1995-1998)
  • Persma Junior (1998-1999)
  • Persita Tangerang (2000-2004)
  • Arema Malang (2005-2006)
  • Persita Tangerang (2007-2008)
  • Pelita Jaya (2008-2009)
  • Persija Jakarta (2009-2010)
  • Sriwijaya FC (2010-sekarang)

2. Timnas Indonesia

  • Piala Pelajar Asia U-19 (2000)
  • SEA Games (2001, 2003)
  • Pra-Piala Asia (2001, 2004)
  • Pra-Olimpiade (2003)
  • Piala Tiger (2004).
  • Piala Asia (2007)
  • Piala AFF (2010)

Prestasi Firman Utina:
1. Juara Copa Dji Sam Soe 2005 & 2006
2. Pemain terbaik Copa Dji Sam Soe 2005

 

Tue
5
Jul
6:00 am

Profil Deny Sumargo

Denny Sumargo
Makassar, 11 Oktober 1981
Club: GARUDA FLEXI BANDUNG
Height/Weight: 183 cm/75 kg
Hobby: Travelling, Hangout with friends, Gadget Hunting
Idol: Michael Jordan
Shoes Size: 45
Favorite Colour: Black and White
Favorite Food: Fried Chiken
Favorite Movie : Action
Actor Favorite: Will Smith, Russel Crowe, Nicholas Cage Education : GM Fame Institute of Business Jakarta – Marketing Subject

Profesi
Atlet Basket Profesional

 

 

 

Penghargaan:

  • Rookie Of The Year 2001
  • 1st place Slam Dunk Contest 2003
  • All Defensive Team 2001 – 2006
  • MVP Kobatama Regular Season 2002 – 2003
  • National Basketball Team of Indonesia 2001, 2003, 2007
  • MVP IBL 2008

Penghargaan Tim:

- Runner-up IBL 2008 kompetisi musim bersama GARUDA BANDUNG.
- Juara ke 1 di Sister City Jakarta bersama Satria Muda Britama.
- Juara ke 2 pada kejuaraan SEABA 2007 di Jakarta bersama Satria Muda Britama.
- Juara ke 1 pada kejuaraan Liga Basket Indonesia (IBL).
- Kompetisi musim bersama Satria Muda Britama 2006.
- Juara ke 1 pada kejuaraan IBL di Jogjakarta bersama Satria Muda Britama.
- Runner-up IBL 2004 kompetisi musim bersama Aspac.
- Juara ke 1 pada kejuaraan musim IBL 2003 bersama HP Aspac.
- Juara ke 1 pada Kobatama 2000-2002 bersama Aspac.
- Rangking ke 4 pada SEABA 2001 di Manila.
- Rangking ke 7 pada kejuaraan ABC di Dubai (UEA).
- Juara ke 1 pada Turnamen Kobatama 2002 di Surabaya bersama Aspac.

denny^^Profil

Denny Sumargo,  Pria tangguh pemilik tinggi badan 183cm dengan berat badan 75kg ini dilahirkan di Makassar, 11 Oktober 1981 lalu, merupakan anak tunggal dari pasangan Nazzaruddin dan  Meiske.

Mahasiswa Marketing ini mulai bermain basket semenjak kelas 2 SMA dengan bergabung klub Viking di Makasar. Denny Sumargo dikenal sebagai pebasket tangguh, karirnya mulai bersinar saat pindah ke SM Britama pada tahun 2004.  Sejak itu Denny telah membawa teamnya menjadi Juara IBL Turnament 2006 di Jogjakarta. Lalu di IBL Regular Turnament 2006 dengan mengalahkan Aspac Putra Riau.

Denny juga menjadi salah satu pebasket Indonesia yang meraih top score pada pertandingan tersebut dengan score 22 sesuai dengan nomor Jersey yang sampai saat ini nomor tersebut Denny pakai di kaosnya. Padahal, sebelumnya Denny pernah menjadi shooter andalan Aspac.

Saat hijrah ke Jakarta, dia langsung bergabung dengan klub Aspac pada tahun 2000. Sosok pebasket dunia Michael Jordan dan Kobe Bryant menginspirasi Denny untuk mewujudkan menjadi pebasket handal dan terkenal dengan permainan khas-nya sebagai shotting guard.

Di klub SM dan di Aspac, sebelum mengenakan kostum nomor 22, mengawali karirnya di dunia basket dengan klub Jersey no 7. Namun setelah itu, mengganti nomor dengan nomor 22. Nomor tersebut dianggapnya mempunyai arti khusus dalam hidupnya. Nomer 22 diasosiasikan dengan tanggal lahir orang-orang yang sangat berarti dalam hidupnya.

Soal penampilan Denny suka dengan kriteria sepatu yang simple yang berwarna putih berukuran 45. Karena itu, Denny dikenal sebagai model karena pernah di kontrak oleh sepatu apparel olahraga bertaraf international di tahun 2002.

Banyak orang yang menyangka dari penampilannya bahwa Denny adalah orang yang tough dan cool, padahal dibalik itu dia adalah orang yang sensitive, dan gampang sekali tersentuh. Selain bekerja sebagai professional basketball player, Denny juga pehoby baca buku dan tidur. Membaca buku menurutnya, bisa menambah wawasan terutama yang dapat memotivasinya untuk mencapai tujuan hidup dan juga karena dapat melupakan masalah. Namun untuk urusan tidur, Denny menganggapnya sebagai salah satu kewajiban untuk menjaga kondisi badannya usai beraktivitas apalagi setelah bertanding. Selain membaca, Denny juga suka menonton film action dan heroic seperti Man of Honor dan Cinderella Man. Lain waktu Denny lebih suka menghabiskan waktunya membuka laptop dikamarnya untuk cek email dan membuka situs-situs yang disukainya; NBA, friendster, dan yang dapat menambah pengetahuannya. Bicara soal calon pendamping hidupnya, Denny lebih suka cewe yang simple, tampil natural tanpa polesan make up, dan punya senyum manis yang dapat menarik perhatiannya.

Pengalaman lain yang menjadi menarik adalah saat Denny mengalami cedera lutut saat Sister City di tahun 2004 dan akhirnya dioperasi rumah sakit ACL di Filipina. Karena itu, Denny pada akhir tahun 2004 sempat melakukan terapi sampai Februari 2005. Denny juga sempat meraih Runner-up IBL 2004 bersama HP Aspac.

Kiprahnya pernah mengalami pasang surut, apalagi sejak dianggap menjadi salah satu pemain yang sering berkonflik. Baik dengan management suatu klub ataupun dengan pelatihnya. Sebagai sosok sang Juara, semua itu dianggapnya sebagai bumbu-bumbu dalam kehidupannya yang akhirnya membuatnya berkarakter yang kuat.

Sukses semua itu, ternyata Denny juga sering mengikuti berbagai kejuaraan. Baik bertaraf international seperti ketika saat bergabung dengan Aspac maupun Satria Muda. Dengan Aspac, Denny sempat menjadi peringkat 4 SEABA 2001 di Manila. Dan peringkat 7 ABC Champions di Dubai (UEA).

Meraih juara turnamen Kobatama 2002 di Surabaya setelah menang dari Wismilak CLS. Saat bersama Satria Muda Britama, Deny menjadi juara di Sister City pada tahun 2007 dan telah meraih peringkat 12 di Kejuaraan Basketball Asia di Jepang kemarin.

Untuk saat ini Denny ditugaskan menjadi Simbol dari Liga Bola Basket Indonesia 2008. Pekerjaan lainnya  juga sebagai model iklan untuk minuman skala International.

Sat
2
Jul
5:39 am

KapanLagi.com – Dilihat dari desainnya, Gyration Air Mouse ini tak terlihat terlalu aneh. Bentuk dan ukurannya tergolong standar untuk sebuah mouse. Lalu apa sebenarnya kelebihan mouse ini? Ia dilengkapi dengan fitur pengenal gerakan atau MotionSense.

Gyration Air Mouse

Mouse ini dilengkapi dengan accelerometer tiga sumbu yang membuatnya lebih akurat sekaligus mengkonsumsi daya lebih sedikit bila dibanding generasi sebelumnya yang menggunakan accelerometer dua sumbu. Kelebihan lain dari three-axis accelerometer ini adalah wake-time yang lebih singkat. Read the rest of this entry »

Sat
2
Jul
5:33 am

MONITOR TERBARU DAN TERCANGGIH

René L Pattiradjawane

Tanpa disadari oleh kita, monitor memiliki peranan yang penting di tengah kemajuan teknologi komunikasi informasi. Kita menghabiskan waktu berjam-jam di depan monitor yang terhubung ke komputer untuk bekerja, bermain, maupun menghibur diri.
Monitor menjadi elemen paling penting dalam seluruh sistem teknologi komunikasi informasi. Tanpa monitor, kita tidak bisa menyerap berbagai informasi yang masuk dan keluar dari sistem komputeratauperangkatteknologilainnya.
Dari sisi teknologinya sendiri, monitor juga berkembang pesat mengikuti kemajuan teknologi komunikasi informasi. Monitor sekarang digunakan oleh siapa saja, tetapi sering kali tidak dipahami dimengerti kegunaannya atau dipahami perbedaannya, misalnya, antaraCRTdanLCD.
Monitor CRT (Catode Ray Tube) adalah jenis monitor yang mengawali kehadiran komputer dan sampai sekarang masih digunakan oleh kebanyakan pengguna komputer. Menurut data yang dikumpulkan Kompas, volume monitor CRT dan LCD (Liquid Crystal Display) pasaran Indonesia pada tahun 2005 tercatat sebesar 1.026.400 unit dengan nilai pasar 136,7 juta dollar AS.
Read the rest of this entry »